Kamis, 19 November 2009

Roger Waters

Roger Waters
Waters membawakan "In the Flesh" dalam konser "Dark Side of the Moon" di Stadion Viking, Stavanger, 26 Juni 2006
Waters membawakan "In the Flesh" dalam konser "Dark Side of the Moon" di Stadion Viking, Stavanger, 26 Juni 2006
Latar belakang
Nama lahir George Roger Waters
Lahir 6 September 1943 (umur 66)
Surrey, Inggris
Genre Progressive rock
Psychedelic rock
Folk-rock
Pekerjaan Pemusik
Instrumen Vokal
Gitar bass
Gitar
Synthesizer
Tahun aktif 1964 - sekarang
Perusahaan rekaman Capitol
Columbia
Sony
EMI
Harvest
Terkait
dengan
Pink Floyd
Sigma 6
The Screaming Abdabs
The Bleeding Hearts Band
Situs web Roger-Waters.net

George Roger Waters (lahir di Surrey, Inggris, 6 September 1943; umur 66 tahun) adalah pemusik rock asal Inggris, penyanyi, pemain gitar dan gitar bass, penulis lagu, dan komponis. Selama menjadi pemain bass dan vokalis Pink Floyd antara tahun 1965-1985, Waters juga menulis lagu untuk menggantikan peran Syd Barrett.

Album konsep Pink Floyd seperti Animals, The Wall, Dark Side of the Moon, dan The Final Cut adalah karya pemikiran Waters. Selan itu, Waters menciptakan simbol-simbol Pink Floyd yang terkenal seperti Babi Pink Floyd and palu berbaris.

Setelah keluar dari Pink Floyd, Roger Waters menghasilkan 3 album studio, dan tampil dalam konser bersejarah The Wall Concert in Berlin tahun 1990. Pada tahun 2005, Waters mengeluarkan album rock opera berjudul Ça Ira. Masih di tahun yang sama (2 Juli 2005), Waters dan Gilmour tampil bersama di London sebagai Pink Floyd dalam konser Live 8. Konser Live 8 adalah penampilan pertama Roger Waters bersama Pink Floyd setelah 24 tahun tidak tampil bersama.


Biografi

Masa kecil hingga dewasa (1943-1965)

Waters dilahirkan sebagai George Roger Waters di Great Bookham, Surrey, dekat Leatherhead, dan dibesarkan di Cambridge, Inggris. Ayahnya, Eric Fletcher Waters adalah seorang komunis dan penganut pasifisme yang kuat, namun turut dalam Perang Dunia II dan gugur dalam Pertempuran Anzio tahun 1944. Pada waktu itu, Roger masih bayi berusia 5 bulan.

Waters secara tersirat menulis kesedihan atas kehilangan sang ayah dalam lagu-lagu yang ditulisnya. Album The Final Cut (1983) dipersembahkan bagi ayahnya yang gugur dalam pertempuran, dan begitu pula "When the Tigers Broke Free" yang pertama kali dipakai dalam versi layar lebar The Wall. Lirik yang ditulis Waters sering bertema ketidakpercayaan terhadap kekuasaan, khususnya pemerintah, institusi pendidikan, dan militer. Tema-tema seperti ini tersirat dalam lirik "When the Tigers Broke Free" yang merupakan ekspresi Waters atas pengorbanan sia-sia ayahnya di Anzio.

Waters bersama Syd Barrett bersekolah di Morley Memorial Junior School di Hills Road, Cambridge. Keduanya lalu meneruskan ke SMA, Cambridge County School for Boys (sekarang disebut Hills Road Sixth Form College). Di jalan yang sama terdapat sekolah David Gilmour (The Perse School).[1]. Waters bertemu Nick Mason dan Richard Wright sewaktu kuliah di Regent Street Polytechnic jurusan arsitektur. Waters dulunya senang sekali berolahraga, dan sering berenang di Sungai Cam, Grantchester Meadows. Pada usia 15 tahun, Waters menjadi ketua kelompok YCND kota Cambridge yang menuntut perlucutan senjata nuklir.

Era Pink Floyd (1965-1985)

Tahun 1965, Roger Waters bersama Syd Barrett, Richard Wright, dan Nick Mason mendirikan Pink Floyd (setelah sebelumnya berganti-ganti nama dan personil, lihat Pink Floyd). Barrett menulis hampir semua lagu, sedangkan Waters hanya menulis lagu "Take Up Thy Stethoscope and Walk" pada piringan hitam perdana The Piper at the Gates of Dawn. Album ini banyak menerima pujian dan melambungkan nama Pink Floyd. Kesuksesan Pink Floyd membuat kesehatan jiwa Syd Barrett semakin menurun dan kelakuannya semakin tidak terkontrol. Kondisi mental Syd membuatnya tidak bisa diandalkan sebagai vokalis utama dan gitaris Pink Floyd. Waters memaksakan Barrett untuk menjalani terapi psikiatris namun tidak berhasil. David Gilmour diminta untuk menggantikan Syd Barrett di akhir 1967. Mantan manajer Pink Floyd bahkan meragukan Pink Floyd bisa mempertahankan kesuksesan tanpa bakat artistik Syd Barrett. Waters mencoba menggantikan posisi Barrett, dan mulai memimpin proses berkesenian Pink Floyd yang baru. Di bawah Gilmour dan Waters, Pink Floyd melambung ke puncak ketenaran dan dikenal di seluruh dunia. Hingga kini, serangkaian album Pink Floyd dari tahun 1970-an masih dipuji kritikus musik, dan album Pink Floyd masuk daftar album paling laku dalam sejarah industri rekaman.[1]

Tahun 1970, Waters membuat album soundtrack Music from "The Body" dengan dibantu komponis Inggris Ron Geesin. Album tersebut sebagian besar berisi musik instrumental diramu dengan lagu-lagu ciptaan Waters. Ron Geesin sebelumnya pernah membantu Pink Floyd sewaktu menulis lagu "Atom Heart Mother" untuk album berjudul sama. Sewaktu masih bersama Pink Floyd, Waters menulis hampir seluruh lagu-agu Pink Floyd, sambil secara agresif berusaha memegang kendali proses berkreasi di dalam grup. Konsep tematis Waters dijadikan landasan bagi album konsep seperti The Dark Side of the Moon dan Wish You Were Here. Waters menulis semua lirik dan sebagian musik untuk kedua album tersebut. Setelah karyanya terbukti sukses, Waters diangkat penulis utama lagu-lagu Pink Floyd. Sebagian besar komposisi musik untuk album Animals dan The Wall ditulis sendiri oleh Waters, walaupun masih bekerja sama dengan Gilmour soal penulisan musik.

Waters biasanya ditulis sebagai pemain gitar bass dan vokalis, namun sebenarnya Waters juga bisa memainkan gitar elektrik. Pada album Animals, Waters memainkan rhythm guitar untuk lagu "Pigs (Three Different Ones)" dan "Sheep". Selain itu, Waters juga pernah menambahkan synthesizer and tape effect untuk lagu-lagu Pink Floyd sebelumnya. Dalam karier solonya, Waters sering memainkan gitar akustik di panggung, khususnya untuk lagu-lagu dari album The Final Cut.

Selama masih diberi kesempatan menyumbangkan ide bermusik, rekan-rekannya tidak berkeberatan Waters memimpin konsep bermusik mereka, dan menulis lirik untuk lagu-lagu Pink Floyd. Di tengah pertikaian sengit di antara keduanya pada tahun 1995, Gilmour masih memuji Waters sebagai "motivator yang sangat pandai dan pastinya seorang penulis lirik yang hebat."[2] Beberapa lagu Pink Floyd yang sangat populer, seperti "Echoes", "Time", "Us and Them", "Wish You Were Here", dan "Shine On You Crazy Diamond" merupakan sinergi antara lirik yang tajam dan musik khas Gilmour yang melodis, ditambah pukulan drum Nick Mason yang lembut dan rapi, serta permainan kibor Richard Wright yang membahana. Lagu "Us and Them" dimulai dengan musik instrumental permainan kibor Wright yang lembut, namun tenggelam ke dalam kesedihan setelah memasuki bagian lirik antiperang yang ditulis Waters. Sayangnya, hubungan ideal saling memberi dan menerima secara perlahan-lahan menjadi retak. Waters menyebutnya sebagai konsekuensi kejenuhan mental dalam bermusik. Nama pencipta lagu menjadi sumber pertengkaran di antara mereka. Gilmour merasa kontribusinya dalam beberapa lagu (misalnya "Another Brick in the Wall, Part II" yang mencolok dengan gitar solo Gilmour) tidak membuat namanya ditulis sebagai pencipta lagu di sampul album. Nick Mason menulis tentang pertengkaran antaranggota Pink Floyd dalam memoar Inside Out: A Personal History of Pink Floyd. Waters ditulisnya sering berkepribadian egomania. Sewaktu rekaman album The Wall, Waters memutuskan untuk memecat Wright. Alasannya, masalah pribadi yang dihadapi Wright dianggap mempengaruhi proses pembuatan album. Setelah itu, Wright tetap bermain dengan Pink Floyd sebagai musisi honorer.

Album The Final Cut dirilis tahun 1983, dan merupakan album kerjasama Waters, Gilmour, dan Mason yang terakhir. Walaupun diterbitkan sebagai album Pink Floyd, di sampul album ditulis sebagai "A requiem for the post war dream by Roger Waters, performed by Pink Floyd" ("Requim untuk mimpi pascaperang oleh Roger Waters, dibawakan oleh Pink Floyd"). Album The Final Cut merupakan album Pink Floyd dengan angka penjualan paling rendah dan sama sekali tidak menghasilkan singel. Gilmour berusaha menunda proses rekaman album sampai dirinya mendapat ide baru, tapi Waters menolak. Peristiwa ini berakhir dengan bubarnya Pink Floyd seperti diumumkan Waters pada tahun 1985. Setelah ada usaha dari pihak Gilmour untuk terus menggunakan nama "Pink Floyd", pertengkaran Waters dan Gilmour berlanjut di pengadilan dan media massa. Perdamaian tercapai setelah Gilmour dan Mason memenangkan hak penggunaan nama Pink Floyd berikut hak atas sebagian besar lagu-lagu Pink Floyd. Waters memenangkan hak atas album The Wall (kecuali 3 lagu yang ditulisnya bersama Gilmour), Animals, dan The Final Cut, berikut simbol Babi Pink Floyd.

Bagi penggemar Pink Floyd, album yang diproduksi selama Waters dan Gilmour masih akur (1971-1979) merupakan periode "klasik" Pink Floyd. Di dalam tinjauan musik di akhir tahun 1987, majalah Rolling Stone menulis bahwa bila digabungkan, album solo Waters Radio K.A.O.S. dan album Pink Floyd tanpa Waters A Momentary Lapse of Reason bisa menjadi kelanjutan album Dark Side of the Moon.

Masa awal karier solo (1985-2002)

Sepanjang karier solonya, Waters menghasilkan 3 album studio dan satu album soundtrack dengan angka penjualan yang tidak luar biasa. Walaupun demikian, album konsep yang dihasilkan Waters selama berkarier solo masih sering dipuji dan dibanding-bandingkan dengan karyanya sewaktu masih bersama Pink Floyd.[3].

Album solo perdana, The Pros and Cons of Hitch Hiking dirilis tahun 1984. Isinya tentang mimpi-mimpi seorang lelaki di suatu malam. Musisi yang mendukung Waters selama rekaman di antaranya gitaris Eric Clapton dan pemain saksofon jazz David Sanborn. Materi album ini ditulis Waters sewaktu pembuatan album The Wall, dan sempat diajukannya kepada anggota Pink Floyd yang lain. KonsepThe Wall ternyata lebih disukai dibandingkan The Pros and Cons of Hitch Hiking ditangguhkan. Waters bahkan sudah membuat pita demo yang dimainkan di hadapan rekan-rekannya, namun materi album tersebut dianggap sangat bersifat pribadi. Waters akhirnya menyimpan The Pros and Cons of Hitch Hiking untuk digunakan sebagai album solo di kemudian hari.

Pada tahun 1986, Waters menulis lagu untuk musik latar film When the Wind Blows. Waters menamakan band pengiringnya "The Bleeding Hearts Band" dengan Paul Carrack sebagai bintang tamu.

Tahun 1987, Waters dan Bleeding Hearts Band (walaupun nama band pengiring sering tidak disebut-sebut) merilis album konsep berjudul Radio K.A.O.S.. Isinya tentang pria bernama Billy yang kepalanya bisa menerima gelombang radio. Album Radio K.A.O.S. diikuti tur promosi yang menggunakan sistem tata suara surround di tahun yang sama.

Setelah keruntuhan Tembok Berlin tahun 1989, Waters mengadakan konser amal The Wall Concert in Berlin untuk memperingati berakhirnya pembagian Jerman Timur dan Jerman Barat. Konser dilangsungkan di Potsdamer Platz yang dulunya merupakan "daerah tak bertuan" di tembok Berlin. Pertunjukan menampilkan sejumlah bintang tamu, dan termasuk ke dalam daftar konser musik terbesar di dunia. Penonton diperkirakan berjumlah di atas 300 ribu orang, dan ditonton secara langsung oleh lebih dari 5 juta orang di seluruh dunia.

Tahun 1992, Waters merilis album Amused to Death tentang keburukan televisi, dan menjadi album Waters yang paling banyak menerima pujian dari pengamat musik. Album ini sering dibanding-bandingkan dengan karya Pink Floyd terdahulu, termasuk The Wall. Lagu "What God Wants, Pt. 1" sempat menjadi lagu hit dan menduduki urutan ke-4 tangga lagu mainstream rock.

Pada tahun 1999, Waters memulai konser keliling In the Flesh untuk membawakan lagu-lagu dari album solo dan karyanya bersama Pink Floyd. Tiket pertunjukan di Amerika laku keras sehingga pertunjukan harus dipindahkan ke arena yang lebih besar. Berdasarkan pengalaman konser tahun 1987 yang kurang diminati penonton, panitia pertunjukan hanya menyewa arena yang lebih kecil. Setelah tur berakhir, pertunjukan keliling In the Flesh dikemas sebagai album CD dan DVD In the Flesh Live. Sewaktu tur, Waters membawakan dua lagu baru "Flickering Flame" dan "Each Small Candle" yang diambil dari album solo berikutnya sebagai lagu penutup konser.

Karier solo (2002 hingga sekarang)

Roger Waters dalam konser Dark Side Of The Moon Live di Stadion Equity Members, Perth, Australia Barat (2007)

Pada tahun 2002, Waters tampil dalam pertunjukan yang diorganisir Countryside Alliance[4]. Di bulan Juni tahun yang sama, Waters muncul di Glastonbury Festival untuk membawakan sejumlah lagu Pink Floyd.

Di pertengahan tahun 2004, perusahaan film Miramax mengumumkan pementasan The Wall di teater Broadway dengan Waters turut serta dalam proses produksi. Drama musikal The Wall tidak saja berisi lagu-lagu dari album The Wall, melainkan juga dari album Dark Side of the Moon, Wish You Were Here dan album-album lain, dengan tambahan komposisi musik yang baru.[5]

Waters menulis opera tiga babak berjudul Ça Ira yang dipentaskan pertama kali di Malta dalam perayaan bergabungnya Malta ke dalam Uni Eropa. Musik pembuka (overture) opera Ça Ira pertama kali diperdengarkan di pelabuhan Grand Harbour, Valletta dalam pesta penyambutan bernama Welcome Europe, 1 Mei 2004. Peristiwa ini disiarkan secara langsung oleh saluran televisi yang tergabung dalam EBU.[6]

Bulan September 2004, Waters merilis dua lagu baru, "To Kill The Child" dan "Leaving Beirut" yang inspirasinya didapat dari peristiwa Invasi Irak 2003. Kedua lagu tersebut hanya bisa dibeli di Internet, tapi dirilis di Jepang sebagai CD singel.

Dalam konser amal NBC untuk pengumpulan dana bagi korban bencana Gempa bumi dan Tsunami Samudra Hindia (26 Desember 2004), Waters membawakan lagu "Wish You Were Here" bersama Eric Clapton.

Waters dan Pink Floyd berkumpul kembali dalam konser Live 8. Mereka membawakan 6 lagu yang secara keseluruhan panjangnya 23 menit, "Speak to Me/Breathe"/"Breathe (Reprise)", "Money", "Wish You Were Here", dan "Comfortably Numb". Sebelum memulai "Wish You Were Here", Waters berkata bahwa ia sangat terharu bisa kembali lagi bermain bersama ketiga rekannya, serta pertunjukan tersebut dipersembahkan bagi semua yang tidak bisa hadir dalam konser, terutama Syd Barrett.

Waters memberi komentar kepada Associated Press beberapa saat setelah Live 8 usai. Menurutnya, walaupun pertunjukan Pink Floyd berakhir dengan baik, kemungkinan Pink Floyd melakukan reuni sangatlah "tipis", karena perbedaan yang masih terus ada menyangkut ideologi dan konsep bermusik antara dirinya dan Gilmour. Dalam wawancara dengan majalah Rolling Stone, Waters menyangkal lebih jauh kemungkinan Pink Floyd kembali mengadakan pertunjukan keliling.[7]

Pada bulan Februari 2005, melalui situs webnya Waters mengumumkan selesainya opera Ça Ira yang telah ditulisnya selama 16 tahun. Opera tersebut dirilis dalam bentuk satu set CD dan DVD oleh Sony Classical pada 27 September 2005. Opera Ça Ira menampilkan penyanyi bariton Bryn Terfel, penyanyi sopran Ying Huang, dan penyanyi tenor Paul Groves. Hari-hari penuh harapan di awal Revolusi Perancis merupakan latar belakang dari versi asli libretto (lirik opera) dalam bahasa Perancis yang ditulis Étienne Roda-Gil. Waters menulis ulang libretto tersebut ke dalam bahasa Inggris sejak tahun 1997.

Pada 20 Mei 2006, Waters bersama Roger Taylor, Eric Clapton, dan Nick Mason membawakan dua lagu "Wish You Were Here" dan "Comfortably Numb".

Rogers Waters berkeliling Eropa sepanjang musim panas 2006 untuk tampil dalam konser The Dark Side of the Moon Live Tour. Di musim gugur tahun yang sama, pertunjukan serupa juga digelar di Amerika Utara. Bagian pertama konser diisi dengan lagu-lagu klasik Pink Floyd dan lagu dari album solo Roger Waters, sedangkan sepanjang bagian kedua, The Dark Side of the Moon dimainkan secara lengkap. Mantan Pink Floyd, Nick Mason juga ikut bergabung pada sebagian jadwal pertunjukan. Richard Wright diundang untuk berpartisipasi namun menolak dengan alasan sedang mengerjakan proyek pribadi.[8] Di Australia dan Selandia Baru, pertunjukan Roger Waters - The Dark Side of the Moon Live berlangsung tahun 2007, diikuti pertunjukan di beberapa kota di Asia, Eropa, Amerika Selatan, dan berakhir di Amerika Utara, bulan Juni 2007.

Waters menulis musik untuk film The Last Mimzy bersama komponis pemenang Academy Award, Howard Shore. Hasilnya adalah lagu "Hello (I Love You)" yang panjangnya sekitar 6 menit. Film The Last Mimzy diedarkan di Amerika Serikat bulan Maret 2007.[9]

Penghargaan

Ketiga album solo Roger Waters meraih status piringan emas dari RIAA. Album opera Ça Ira sempat menduduki puncak tangga album musik klasik di Britania dan Amerika Serikat. Sebagai anggota Pink Floyd, nama Rogers Waters diabadikan oleh Museum Rock and Roll Hall of Fame di Britania Raya dan AS.

Kehidupan pribadi

Roger Waters menikah sebanyak 3 kali, dan memiliki 3 orang anak. Pernikahan pertama adalah dengan Judy Trim tahun 1969, namun keduanya bercerai tahun 1975. Pernikahan kedua di tahun 1976 dengan Lady Carolyn Christie dikaruniai 2 orang anak. India Waters seorang model dan Harry Waters yang bermain kibor untuk ayahnya dalam konser The Dark Side of the Moon Live Tour. Percakapan antara India dan Harry bisa didengar dalam album The Pros and Cons of Hitch Hiking.

Setelah bercerai tahun 1992, Waters menikah lagi dengan aktris Pricilla Phillips, 28 Juli 1993. Setelah mendapat seorang anak laki-laki yang lahir tahun 1977 (bisa dilihat di DVD In the Flesh), Waters bercerai lagi pada tahun 2001. Waters kembali bertunangan pada tahun 2005 dengan seorang pelayan, Laurie Durning yang sudah dikencaninya selama beberapa tahun.

Daftar album solo

Album studio

Syd Barrett

Syd Barrett
Latar belakang
Nama lahir Roger Keith Barrett
Lahir 6 Januari 1946
Cambridge, Inggris
Wafat 7 Juli 2006 (usia 60)
Cambridge, Inggris
Genre Psychedelic rock
Pekerjaan Pemusik
Penulis lagu
Instrumen gitar, vokal, gitar bass
Tahun aktif 1964 - 1974
Perusahaan rekaman Harvest/EMI
Terkait
dengan
Pink Floyd
Stars

Roger Keith "Syd" Barrett (lahir di Cambridge, Inggris, 6 Januari 1946 – meninggal di Cambridge, Inggris, 7 Juli 2006 pada umur 60 tahun) adalah penyanyi Inggris, sekaligus penulis lagu, gitaris, dan seniman yang dikenal sebagai pendiri Pink Floyd. Barrett hanya aktif sebagai pemusik rock selama 7 tahun sebelum menghabiskan sisa hidupnya dalam kesendirian.


Masa kecil

Barrett adalah anak bungsu dari 5 bersaudara asal keluarga kelas menengah yang berkecukupan di Cambridge, Inggris. Ayahnya, Arthur Max Barrett adalah seorang dokter patologi terkenal, sedangkan ibunya bernama Winifred. Kedua orang tuanya menganjurkan Roger, begitu nama panggilannya sewaktu kecil untuk mendalami musik. Ketika ia masih berusia 12 tahun, ayahnya meninggal. Barrett bersekolah di Cambridgeshire High School for Boys (sekarang bernama Hills Road Sixth Form College). Setelah tamat, ia diterima di sekolah seni Camberwell, South London (1964), sebelum membentuk band pertamanya pada tahun 1965. Barrett menjadi sering dipanggil "Syd" ketika berusia 14. Nama panggilan tersebut diambil dari pemain drum legendaris asal Cambridge, Sid Barrett. Nama "Sid" ditulis sebagai "Syd" agar berbeda dari pemilik nama yang asli. Sebelum mendirikan Pink Floyd, Barrett menulis lagu seperti Effervescing Elephant yang dimainkannya di pesta-pesta anak muda (ditulis ketika berusia 16 tahun).[1]

Karier musik

Era Pink Floyd (1965–1968)

Walaupun dibentuk tahun 1964, grup musik Barrett yang nantinya bernama Pink Floyd berkali-kali mengalami pergantian personil dan nama, seperti "The Abdabs", "The Screaming Abdabs", "Sigma 6", dan "The Meggadeaths". Pada tahun 1965, Barrett mendirikan grup "The Tea Set", tapi ketika mengetahui sudah ada grup musik dengan nama yang sama, ia mengubah nama band menjadi, "The Pink Floyd Sound" (nantinya disebut "The Pink Floyd"). Nama "Pink Floyd" diciptakan Barrett dari gabungan nama depan penyanyi blues Amerika Serikat, Pink Anderson dan Floyd Council. Barrett melihat kedua nama tersebut pada sampul piringan hitam gitaris blues Blind Boy Fuller (1962) yang ditulis Paul Oliver.

Karier bermusik Pink Floyd diawali dengan membawakan lagu-lagu yang pernah dibawakan pemusik R&B asal Amerika Serikat. Baru di tahun 1966, mereka memulai gaya sendiri dalam rock and roll dengan mengambil unsur jazz dan pop-rock Inggris. Pada waktu itu di London dibuka arena konser baru, UFO Club dan segera menjadi pusat musik psikedelik Inggris. Pink Floyd yang berpentas secara tetap di sana,[2] menjadi atraksi paling populer di klub UFO. Setelah tampil di area seni Roundhouse yang menjadi pesaing klub UFO, Pink Floyd semakin dikenal dalam budaya musik psikedelik di London yang disebut "London Underground".

Di akhir tahun 1966, Pink Floyd mendapat dua orang manajer yang bisa diandalkan, Andrew King dan Peter Jenner. Keduanya berteman dengan ekspatriat asal AS, Joe Boyd yang nantinya menjadi tokoh penting dalam industri rekaman Inggris. Boyd bertindak sebagai produser Pink Floyd, dan mengajaknya rekaman di studio Sound Techniques, Chelsea, Januari 1967. Hasilnya adalah demo singel Arnold Layne. King dan Jenner membawa lagu tersebut ke perusahaan rekaman EMI yang begitu terkesan, dan mengontrak Pink Floyd untuk rekaman album. Setelah album mereka dirilis, singel Arnold Layne masuk ke urutan ke-20 tangga singel Britania (walaupun ditolak untuk diputar di BBC). Kesuksesan ini diikuti singel See Emily Play yang lebih laku, dan menduduki urutan ke-6 tangga singel Britania.

Barrett menulis kedua singel perdana Pink Floyd dan singel ketiga, Apples and Oranges. Sebagian besar lagu-lagu di masa awal Pink Floyd, dan konsep album The Piper at the Gates of Dawn (1967) juga ditulis oleh Barrett. Judul album The Piper at the Gates of Dawn diambil dari bab berjudul sama yang ada dalam buku cerita anak The Wind in the Willows. Barrett menulis 8 dari 11 lagu album Piper, dan turut menulis 2 lagu lainnya.[3]. Barrett dikenal sebagai gitaris yang penuh inovasi dan senang bereksperimen. Salah satu ciri khasnya adalah memainkan gitar Fender Esquire dengan pemantik api Zippo. Barrett memainkannya turun naik pada fret gitar lewat perangkat echo box model lama. Suara gitar yang keluar begitu misterius bagaikan dari alam lain yang menjadi ciri khas Pink Floyd.

Album The Piper at the Gates of Dawn direkam dalam berbagai sesi rekaman dari Januari hingga Juli 1967 di Studio 2, Abbey Road Studios. Di tempat yang sama dan waktu yang bersamaan, Beatles sedang rekaman album Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band di Studio 1, sedangkan grup Pretty Things sedang merekam S.F. Sorrow. Setelah dirilis di bulan Agustus tahun yang sama, album Piper menempati urutan ke-6 tangga album Britania Raya. Penggemar Pink Floyd menjadi semakin bertambah, dan Barrett semakin tertekan hingga kesehatan jiwanya semakin terganggu.

Tingkah laku Barrett semakin hari semakin bertambah sulit diperkirakan. Salah satu penyebabnya adalah kegemaran Barrett bereksperimen dengan obat-obatan psikedelik seperti LSD. Di atas panggung, Barrett dilaporkan sering hanya mengulang-ulang satu kord, atau bahkan tidak bermain sama sekali. Pada pertunjukan di The Fillmore West, San Francisco, permainan Barrett semakin kacau. Walaupun penonton kelihatan menikmatinya, rekan-rekannya semakin cemas melihat perkembangan Barrett. Sebelum konser Pink Floyd di akhir tahun 1967 dimulai, Barrett menumbuk butiran obat Mandrax yang dicampurkannya dengan satu tube krim rambut Brylcreem, lalu dioleskan ke rambut. Di atas panggung, krim rambut tersebut meleleh ke bagian muka akibat panasnya sorotan lampu. Barrett terlihat seperti "lilin yang terbakar pelan-pelan."[4] Bagian cerita tentang Mandrax dibantah Nick Mason dalam biografi Barrett yang diberi judul Madcap. Gambar Syd dengan krim rambut yang meleleh nantinya digunakan pada film The Wall.

Setelah pertunjukan di Amerika Serikat, Pink Floyd meminta David Gilmour (teman sekolah Barrett) untuk bergabung sebagai pemain gitar cadangan, kalau-kalau tingkah laku Barrett yang semakin kacau membuatnya tidak lagi bisa bermain gitar. Dalam sejumlah pertunjukan, Gilmour bermain gitar menggantikan Barrett, sementara yang digantikan hanya mondar-mandir di atas panggung, dan cuma sekali-sekali saja mau ikut bermain. Tingkah laku aneh Barrett semakin membuat rekan-rekannya kehilangan kesabaran. Dalam perjalanan untuk manggung di Universitas Southampton, bulan Januari 1968, Barrett tidak lagi dijemput oleh rekan-rekannya dan dipensiunkan dari Pink Floyd. Barrett ingin dipertahankan sebagai penulis lagu namun tidak berhasil.

Album A Saucerful of Secrets yang dirilis tahun 1968 merupakan album terakhir Pink Floyd yang berisi lagu ciptaan Barrett. Dari lagu-lagu ciptaan Barrett yang ditulis setelah album perdana, hanya lagu "Jugband Blues" yang dimasukkan ke album kedua, A Saucerful of Secrets. Singel "Apples and Oranges" yang ditulisnya ternyata tidak terlalu sukses. Dua lagu ciptaan Barrett yang lain, "Scream Thy Last Scream" dan "Vegetable Man" tidak pernah diedarkan secara resmi. Barrett dilaporkan datang ke studio menunggu giliran diajak bermain oleh rekan-rekannya. Ia juga hadir sebagai penonton dalam pertunjukan Pink Floyd sambil terus-menerus menatap Gilmour. Barrett memainkan slide guitar untuk "Remember a Day" dan "Set the Controls for the Heart of the Sun" (seperti dituturkan Gilmour dalam wawancara dengan majalah Guitar World tahun 1993). Pada bulan Maret 1968, Barrett secara resmi dinyatakan bukan lagi anggota Pink Floyd.

Karier solo (1968–1972)

Setelah tidak lagi menjadi anggota Pink Floyd, Barrett pergi mengasingkan diri dari perhatian publik. Atas permintaan perusahaan EMI dan Harvest Records, Barrett sempat merilis dua album solo, The Madcap Laughs dan Barrett. Lagu-lagu dari kedua album tersebut berasal dari masa-masa Barrett masih produktif menulis lagu (akhir 1966 hingga pertengahan 1967).

Album perdana The Madcap Laughs direkam dalam dua sesi rekaman terpisah di Abbey Road Studios. Sesi pertama dari bulan Mei hingga Juni 1968 dengan produser Peter Jenner, sedangkan sebagian besar sisanya direkam bulan April hingga Juli 1969. Seorang eksekutif muda EMI, Malcom Jones mulanya bertindak sebagai produser, namun digantikan David Gilmour and Roger Waters. Beberapa lagu dalam album ini dibantu anggota grup musik Soft Machine.

Album kedua Syd Barrett diberi nama Barrett, dan direkam lebih secara sporadis dari Februari hingga Juli 1970. Album ini terdengar lebih terpoles dari album pertama, tapi keadaan Barrett mungkin sudah makin parah. David Gilmour bertindak sebagai produser dan ikut memainkan gitar bass. Rick Wright memainkan kibor dan dibantu pemain drum grup Humble Pie, Jerry Shirley.

Di antara tahun 1968 dan 1972, Barrett sudah jarang bermusik di luar studio selain berbagai sesi rekaman kedua album solonya. Pada 24 Februari 1970, Barrett tampil dalam dalam acara Top Gear di radio BBC yang dipandu John Peel. Penampilan Barrett dalam acara tersebut didukung David Gilmour (bass) dan Jerry Shirley (drum). Seluruhnya Barrett membawakan lima lagu, tapi hanya satu lagu di antaranya sudah pernah dirilis. Tiga lagu lainnya direkam ulang untuk album Barrett, dan lagu sisanya, Two of a Kind hanya pernah dimainkan sekali. Pada tahun 2001, Two of a Kind dimasukkan ke dalam album kompilasi The Best of Syd Barrett: Wouldn't You Miss Me? dengan Richard Wright ditulis sebagai pencipta dan penulis lirik.

Pertunjukan solo satu-satunya yang pernah dilakukan Barrett juga dibantu oleh Gilmour dan Shirley. Konser tersebut berlangsung 6 Juni 1970 di Olympia Exhibition Hall, London, dan merupakan bagian dari "Music and Fashion Festival". Mereka bertiga hanya sempat memainkan empat lagu selama kurang dari setengah jam. Di akhir lagu ke-4, Barrett tanpa disangka-sangka meletakkan gitarnya dengan sopan dan meninggalkan panggung.

Pada 16 Februari 1971, Syd Barrett tampil sekali lagi di radio BBC untuk merekam tiga buah lagu. Ketiganya berasal dari album Barrett, dan dimaksudkan sebagai promosi album tersebut. Selanjutnya, Barrett mengambil cuti panjang dari kegiatan bermusik selama lebih dari satu tahun .

Tahun-tahun berikutnya (1972–2006)

Pada tahun 1972, Barrett membentuk band bernama Stars dengan Twink mantan anggota Pink Fairies (drum) dan Jack Monck (bass). Grup musik ini berusia pendek dan pertunjukan mereka di gedung Corn Exchange di Cambridge berakhir kacau.

Pada tahun 1974, Peter Jenner membujuk Barrett kembali ke studio Abbey Road untuk rekaman album baru. Sesi rekaman selama 3 hari tidak juga membuahkan hasil berarti, dan Barrett sekali lagi mengundurkan diri dari dunia musik. Ia mengembalikan kontrak rekaman dan menghabiskan hari-harinya di kamar hotel. Setelah uangnya habis, Barrett pulang ke Cambridge berjalan kaki. Setibanya di Cambridge, ia tinggal di lantai bawah tanah yang ada di rumah ibunya. Berbagai usaha mengajak Barrett untuk kembali ternyata sia-sia, termasuk kelompok The Damned yang memintanya bertindak sebagai produser album kedua mereka. Sampai tutup usia, Barrett terus menerima royalti dari karyanya bersama Pink Floyd, dari album kompilasi, serta beberapa album konser dan singel yang berisi lagu ciptaannya. Mengenai uang royalti hak Barrett, Gilmour berkata bahwa dirinya "memastikan uang benar-benar sampai ke tangannya [Barrett]."

Reuni Wish You Were Here

Syd Barrett pernah datang sekali melihat rekan-rekannya sedang rekaman album Wish You Were Here tahun 1975. Barrett datang secara tiba-tiba di studio Abbey Road, dan "berulang kali menggosok gigi di depan orang".[5] Pada waktu itu, Pink Floyd sedang proses mixing lagu "Shine On You Crazy Diamond" yang kebetulan ditulis untuk Barrett. Anggota Pink Floyd yang lain mulanya tidak mengenali Syd yang kelebihan berat badan, dan mencukur semua rambut di kepala dan alisnya. Setelah tahu bahwa laki-laki tersebut adalah Syd, Roger Waters begitu terharu hingga meneteskan air mata. Salah satu foto Syd yang ada di dalam buku Nick Mason, Inside Out: A Personal History of Pink Floyd kemungkinan diambil saat itu, dan di bawahnya ditulis, "Syd Barrett, 5th June 1975". Peristiwa kedatangan Syd dikisahkan dalam film Pink Floyd The Wall (1982). Tokoh bernama Pink (diperankan Bob Geldof) mencukur habis alis dan semua rambut di tubuhnya setelah terjerumus ke dalam tekanan hidup dan ketenaran.

Album kompilasi

Pada tahun 1988, EMI Records merilis album Barrett berjudul Opel. Album tersebut berisi lagu-lagu yang tidak sempat terpakai, dan lagu-lagu asal tahun 1968 hingga 1970 yang belum pernah dirilis. Tadinya, lagu-lagu Pink Floyd era Barrett seperti "Scream Thy Last Scream" dan "Vegetable Man" yang sudah mengalami proses remix juga bermaksud dimasukkan, tapi kedua lagu tersebut ditarik kembali (kabarnya oleh anggota Pink Floyd yang lain) sebelum album tersebut selesai.

Pada tahun 1993, EMI mengeluarkan album Barrett berikutnya, Crazy Diamond dalam kemasan kotak berisi 3 album. Masing-masing album berisi potongan dari bagian-bagian lagu ciptaan Barrett yang sebelumnya diputuskan untuk tidak dipakai. Album ini menggambarkan ketidakmampuan Barrett, atau penolakannya memainkan lagu dengan cara yang sama lebih dari sekali.

Pada 16 April 2001, album kompilasi The Best of Syd Barrett: Wouldn't You Miss Me? juga dirilis di bawah label EMI di Britania. Lagu ciptaan Barrett, "Bob Dylan Blues" untuk pertama kalinya dirilis secara resmi dalam album tersebut. Lagu tersebut diambil dari pita demo hasil rekaman di awal tahun 1970-an yang disimpan David Gilmour.

Kehidupan pribadi

Menurut profil Barrett tahun 2005 yang ditulis Tim Willis, Barrett kembali memakai nama "Roger" (nama aslinya) dan tinggal di rumah almarhum ibunya di Cambridge. Ia kembali menekuni seni lukis, bentuk kesenian yang dipelajarinya sebelum menjadi pemusik. Barrett juga dilaporkan senang berkebun. Kakak perempuannya, Rosemary yang tinggal berdekatan merupakan satu-satunya kontak Barrett dengan dunia luar. Keadaan fisik Barrett justru lebih mengkuatirkan orang daripada kebiasaannya hidup menyendiri. Barrett sejak lama mengidap tukak lambung dan diabetes tipe II.[6]

Barrett kelihatannya tidak senang diingatkan tentang masa lalunya sebagai pemusik, dan tidak berhubungan secara langsung dengan anggota Pink Floyd yang lain. Walaupun demikian pada tahun 2002, Barrett pergi juga ke rumah kakak perempuannya, Rosemary Breen untuk menonton film dokumenter yang dibuat BBC Omnibus tentang dirinya. Barrett kabarnya berkata bahwa sebagian dari film tersebut "terlalu bising," walaupun juga berkata bahwa ia senang bisa kembali mendengar lagu "See Emily Play".[7]

Barrett wafat di usia 60 tahun, 7 Juli 2006 di rumahnya di Cambridge akibat kanker pankreas.[8][9] Rumah bekas tempat tinggal Barrett ditawarkan kepada pihak yang berminat membeli,[10] Benda-benda peninggalan Barrett yang lainnya juga dilelang.[11]

Daftar album

Singel dengan Pink Floyd

Album bersama Pink Floyd

Album kompilasi bersama Pink Floyd

Album solo

Album solo kompilasi

Rekaman konser solo

Rekaman acara radio BBC "Top Gear" dibantu David Gilmour and Jerry Shirley, berisi lagu "Two of a Kind" yang belum pernah direkam sebelumnya.
Album berisi 5 lagu dari The Peel Session dan rekaman berkualitas bootleg dari 3 lagu dalam acara radio Bob Harris tahun 1971.

Singel solo

Filmografi

Nick Mason

Nick Mason
Nick Mason dalam peluncuran buku Inside Out
Nick Mason dalam peluncuran buku Inside Out
Latar belakang
Nama lahir Nicholas Berkeley Mason
Lahir 27 Januari 1944 (umur 65)
Birmingham, Inggris
Genre Progressive Rock
Psychedelic Rock
Pekerjaan Pemusik, produser, Penulis
Instrumen Drum
Tahun aktif 1964 - sekarang
Perusahaan rekaman Capitol
Columbia
Sony
EMI
Harvest
Terkait
dengan
Pink Floyd
Sigma 6
The Screaming Abdabs

Nicholas Berkeley "Nick" Mason (lahir di Birmingham, Inggris, 27 Januari 1944; umur 65 tahun) adalah pemain drum sekaligus pendiri kelompok Pink Floyd. Kegemaran Mason di waktu luang adalah mengikuti balap mobil seperti Lomba Ketahanan 24 Jam Le Mans.

Mason lahir di Birmingham tapi dibesarkan di Hampstead, London dan bersekolah di Frensham Heights, Surrey. Setelah tamat, ia melanjutkan ke Regent Street Polytechnic (sekarang Universitas Westminster). Di sana, Mason bersama Roger Waters, Bob Klose, dan Richard Wright mendirikan grup musik Sigma 6 pada tahun 1964.


Karier

Pink Floyd

Mason bermain pada setiap album Pink Floyd sejak tahun 1967, walaupun kemudian terungkap bahwa keterlibatannya dalam album A Momentary Lapse of Reason hanya sedikit. Pada album tersebut, Mason hanya bermain pada lagu "Learning to Fly", "On the Turning Away", dan "Yet Another Movie".

Suara Mason jarang terdengar pada lagu-lagu Pink Floyd, kecuali "Corporal Clegg", "One of These Days" (sepatah kata), dan "Signs of Life" dan "Learning to Fly" (bagian orang berbicara). Lagu "Learning to Fly" (album A Momentary Lapse of Reason) memakai rekaman suara Mason terbang solo yang pertama. Lagu "Merry Xmas Song" (tahun 1969 atau 1975, tidak diketahui pasti) adalah satu-satunya lagu yang dinyanyikan Mason tapi tidak pernah diedarkan secara resmi. Tidak seperti anggota Pink Floyd yang lain, Mason hampir tidak pernah bermain alat musik lain selain drum. Mason hanya sekali memainkan instrumen selain drum pada lagu "The Grand Vizier's Garden Party", dan gitar akustik pada "Outside the Wall".

Walaupun pernah bertengkar soal kepemilikan nama Pink Floyd, Mason sekarang berteman baik dengan Roger Waters. Pada dua malam terakhir konser keliling dunia Roger Waters (2002), Mason memainkan drum pada lagu Pink Floyd, "Set the Controls for the Heart of the Sun". Selain bermain untuk pertunjukan keliling Waters di Eropa tahun 2006, ia juga ikut dalam konser Waters di Los Angeles dan New York City, AS.

Konser Live 8 bulan Juli 2005 merupakan penampilan pertama Mason, Gilmour, Wright, dan Waters setelah 24 tahun tidak tampil bersama. Mason juga bergabung dengan David Gilmour dan Richard Wright sewaktu penutupan konser Gilmour di Royal Albert Hall, London, 31 Mei 2006. Ia mengaku sebagai penengah antara Gilmour dan Waters, dan percaya Pink Floyd akan bermain bersama lagi.

Lagu Pink Floyd yang ditulis Nick Mason juga hanya sedikit, "The Grand Vizier's Garden Party" Bagian 1-3 (album Ummagumma) dan "Speak to Me" (The Dark Side of the Moon). Mason pernah menulis lagu "Nicks Boogie" yang hanya dimainkan sekali oleh Pink Floyd.

Kerjasama dengan musisi lain

Walaupun jarang, Mason juga pernah membantu dengan musisi lain, misalnya sebagai pemain drum dan produser rekaman bagi Steve Hillage dan Robert Wyatt. Selain itu, Mason pernah bermain drum untuk Michael Mantler dan bertindak sebagai produser bagi The Damned.

Nick Mason menulis buku berjudul, Inside Out: A Personal History of Pink Floyd yang diterbitkan di Inggris, bulan Oktober 2004. Walaupun diakuinya buku tersebut memuat sudut pandang subjektif mengenai berbagai peristiwa, Mason menampilkan sudut pandang humor yang memang diperlukan bagi sebuah band yang sering dianggap sebagai murung dan introspektif. Buku Inside Out juga tersedia dalam bentuk buku audio yang terdiri dari 3 CD.

Kehidupan pribadi

Mason menikah dua kali dan memiliki 4 orang anak. Dua orang anak perempuan, Holly dan Chloe diperolehnya dari pernikahan pertama, sedangkan pernikahan keduanya dengan Nettie dikaruniai Guy dan Cary, keduanya laki-laki. Mason dan Nettie tinggal di kota Corsham, Wiltshire di rumah bekas kediaman Camilla Parker Bowles.

Sewaktu jadwal rekaman dan tur Pink Floyd sedang tidak begitu sibuk, Mason memiliki banyak waktu untuk mengurusi balap mobil. Mason bersama perusahaannya yang bernama Ten Tenths memiliki beberapa mobil balap klasik, dan ikut Lomba Ketahanan 24 Jam Le Mans. Mason juga menerbangkan sendiri helikopter Aerospatiale AS-350 yang dicatnya dengan motif dan warna album "Darkside of the Moon".[1]

Mason beruntung diberi kesempatan oleh Ferrari untuk membeli salah salah satu dari mobil Ferrari Enzo. Mobil yang dimiliki Mason hanya diproduksi 400 buah, sehingga Jeremy Clarkson meminta kepada Mason agar dipinjami mobil tersebut untuk acara otomotif Top Gear di televisi BBC. Mason setuju dengan syarat Clarkson ikut mempromosikan buku Inside Out. Kehebatan Ferari Enzos dijelaskan Clarkson dengan memakai judul-judul album Pink Floyd. Menurut pengakuan Mason, mobil favoritnya adalah Ferrari 250 GTO[2] yang hanya diproduksi 39 buah.

ROCK N' ROLL STILL ALIVE © 2008. Design by :vio Templates Sponsored by: Lagu Hits Lagu Manca